Lampiran 1
Mencuci Tangan
Bagaimana mencuci tangan yang baik?
Suhu air tidak penting. Air hangat (sekitar 390C) berguna untuk menghilangkan lemak. Air panas dapat membunuh kuman, tapi berbahaya karena dapat melukai tangan.
Kuman penyakit cenderung berkumpul di sekitar kutikel, di bawah kuku tangan, dan pada lipatan tangan, jadi perhatikan daerah tersebut. Bilas agar sabun melarutkan sebanyak mungkin kuman.
Untuk mencuci tangan dengan baik, gosok semua bagian-bagian dari tangan dan pergelangan tangan dengan air dan sabun atau dengan alkohol. Mencuci tangan minimal 15 detik atau lebih. Utamakan ujung-ujung jari, sela-sela jari, punggung tangan, dan ibu jari.
1. Jaga kuku tetap pendek
2. Melepas arloji, cincin, dan gelang
3. Jangan memakai kuku tiruan
4. Menghindari pemakaian kutex kuku
5. Mencuci lengan bawah dan pergelangan tangan jika terkontaminasi
6. Yakinkan bahwa lengan baju digulung dan tidak terkena air ketika mencuci tangan
Mencuci tangan dengan air dan sabun
Melepas perhiasan dan basahi tangan dan pergelangan tangan dengan air mengalir dari kran
Gunakan 1-2 tetes sabun cair ke telapak tangan
Gosokkan sabun dengan kedua telapak tangan hingga berbusa
Gosok bagian dalam sela-sela jari dan di sekitar jari-jari
Gosok punggung tangan dengan telapak tangan lainnya
Gosok ujung-ujung jari tiap tangan ke dalam telapak tangan lainnya
Gosok masing-masing ibu jari ke dalam telapak tangan lainnya
Gosok masing-masing pergelangan tangan dengan telapak tangan lainnya
Bilas secara menyeluruh di bawah air mengalir (kran)
Keringkan tangan dengan handuk kertas
Matikan kran dengan tangan yang terlindungi kertas handuk yang sama
Mencuci tangan dengan alkohol
Teteskan atau semprotkan 1-2 kali ke telapak tangan yang kering
Gosokkan tangan bersama-sama dengan kedua telapak tangan
Gosokkan ke dalam sela-sela jari dan di sekitar jari-jari
Gosok punggung masing-masing tangan dengan telapak tangan lainnya
Gosok ujung-ujung jari tiap tangan ke dalam telapak tangan lainnya
Gosok masing-masing ibu jari ke dalam telapak tangan lainnya
Gosok masing-masing pergelangan tangan dengan telapak tangan lainnya
Gosok-gosokkan tangan sampai alkohol mengering, jangan gunakan kertas handuk
Kapan Anda harus cuci tangan?
Tangan tak mungkin lepas dari kuman, tetapi ada saatnya Anda perlu cuci tangan.
Selalu cuci tangan:
o Sebelum mempersiapkan makanan dan makan
o Setelah keluar dari WC
o Setelah mengganti popok
o Setelah bermain dengan binatang piaraan
o Setelah membuang sampah
o Setelah menghitung uang
o Setelah mengeluarkan ingus, atau menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk
o Setelah memegang makanan yang tidak dimasak (terutama daging)
Untuk mencegah penularan infeksi nosokomial, semua bagian stetoskop juga dibersihkan dengan alkohol
Sumber: Philip T. Hagen, M.D. Mayo Clinic. Pedoman Perawatan Sendiri. 1st edition. 2002. Mayo Clinic Rochester, Minnesota.
Lampiran 2
Bersiap ke dokter, Pasien Pintar
Saat akan mengunjungi dokter, ada baiknya Anda memperhatikan busana yang Anda kenakan. Jangan mengunjungi dokter dengan penampilan sekadarnya dan tampak tak terurus. Paling tidak, berdandanlah secukupnya dan kenakan busana yang memudahkan dokter melakukan pemeriksaan. Perhatikan beberapa pokok berikut:
1. Kenakan pakaian dengan lengan lebar sehingga mudah disingkapkan ke bahu agar dokter atau perawat dapat memasang tensimeter ataupun thermometer dengan mudah
2. Kenakan busana 2 potong (bagian atas dan bawah terpisah). Bagian bawah dapat diturunkan, bagian atas dapat disingkapkan. Jangan mengenakan pakaian ketat. Mengenakan baju terusan akan sedikit merepotkan saat memeriksa bagian perut, karena pasien terpaksa harus membuka seluruh bajunya dan membutuhkan penutup tambahan untuk menutup tubuh bagian bawah. Rok panjang cocok digunakan saat pemeriksaan kandungan
3. Kenakan bra berkancing belakang agar mudah dilepas oleh perawat, sehingga saat pemeriksaan jantung dan paru, kedua payudara masih tertutup bra. Tidak perlu membuka seluruh bra kecuali pada pemeriksaan untuk mendeteksi tumor atau kanker payudara.
4. Bagi pasien laki-laki, sebaiknya mengenakan kemeja lengan pendek yang longgar. Celana jins akan cukup menyulitkan saat pemeriksaan area perut.
Selain busana, persiapkan dengan saksama keluhan yang akan Anda sampaikan kepada dokter. Saya pribadi sangat senang bila ada pasien yang mencatat semua keluhan terlebih dahulu sehingga proses wawancara atau anamnesis dapat lebih hidup.
1. Tuliskan keluhan yang dirasa paling berat, paling menarik perhatian, dan yang paling menimbulkan kekhawatiran. Keluhan ini disebut keluhan utama.
2. Beritahukan kapan keluhan tersebut pertama kali dirasakan.
3. Sampaikan keluhan lain yang menyertai keluhan pertama, beserta waktu munculnya keluhan itu.
4. Beritahukan kapan pertama kali keluhan tersebut muncul atau batas waktu antara sehat dan sakit.
5. Jelaskan upaya apa yang sudah Anda lakukan untuk mengurangi rasa sakit. Apabila Anda sudah ke dokter lain sebelumnya, bawa serta salinan resep obat yang dibuat oleh dokter sebelumnya. Mungkin ada obat yang bisa diteruskan atau dihentikan.
Sumber: Daldiyono. Pasien Pintar dan Dokter Bijak. 1st edition. 2007. Jakarta.
Rabu, 04 Februari 2009
Selasa, 03 Februari 2009
Langganan:
Postingan (Atom)